Friendship or Love -A-

>>>>>Friendship or Love<<<<<

Persahabatan yang dulu hilang, kini telah kembali. Bertahun-tahun mereka terpisah dan berkali-kali pula mereka mencari. Namun pengorbanan dan kerja keras itu dibuahi dengan kembalinya pesahabatan mereka. Akhirnya mereka bisa kembali tertawa, menangis, bermain, bercanda bersama lagi. Tapi..apakah diantara mereka tidak memiliki sesuatu yang special di hati masing-masing? CINTA. Ya! Apakah mereka telah memiliki princess and prince di hati mereka masing-masing? Seorang pemegang tahta tertinggi di hati Rio, Alvin, Ify, Gabriel dan Cakka. Hati orang mana kita tahu.

Mereka kembali masuk sekolah. Cakka juga telah mendaftar di sekolah yang sama, Gamca High School atau lebih singkat GHS. Semua anak GHS memasang raut muka heran ketika mendapati seorang gadis yang dulu sombong, arogan, egois, mau menang sendiri kini telah berganti menjadi seorang gadis yang baik hati dan ramah. Pikiran mereka bertanya-tanya. Ada apa dengan gadis satu ini? Apa dia hanya ingin mencari perhatian saja? Tidak hanya itu, SMA GHS juga gempar saat kedatangan siswa baru dari Singapore. Semua siswi-siswi hanya memandangi siswa itu bengong. Bagaimana tidak, siswa itu mempunyai tampang di atas rata-rata. Berwajah tampan, cool, putih, kata mereka sih mirip penyanyi Amerika itu loh Justin Bieber.


>>>>>Friendship or Love<<<<<

Ify P.O.V

Gue seneng banget, kalian tau kenapa? Yap! Gue udah ketemu sama sobat kecil gue. Haahh! Gue hari ini semangat buat sekolah. Oh iya, gue juga mau liat Angel nih. Mudah-mudahan dia nepatin janjinya. Amin. Gue masih dirumah nih guys. Telat gue. Hehe biasa bangun kesiangan. Cewe macam apa aku ini haha.

“pagi ma, pa, dep..” sapa gue buru-buru. Terus langsung gue comot roti bakar yang ada di piring yang udah disiapin oleh mama. Wiihh! Baik bener nyokap gue. Pasti dong!

“pagii..” balas mama sama papa. kok suaranya kurang satu ya. gue noleh kearah Deva adik gue yang paling gue sayang.

“woyy! Orang nyapa tuh dijawab..” Dia kaget haha. Lucu liat mukanya.

“hah? Ih apaan sih lo. Pagi-pagi udah ngagetin. Sarap!” kata Deva. Buset nih bocah.

“heh!? Lo tuh yang pagi-pagi udah ngelamun aja. Kesambet baru tau lo..” kata gue gak mau kalah sambil mengunyah roti bakar yang super duper mantep. O.o

“udah udah. Jangan ribut terus. Cepet makannya. Udah jam 7.45 tuh..” lerai mama. Hah?! 7.45?? gue liat jam dinding disana. Masyaallah!! Telat gue. Gue langsung cium tangan mama sama papa.

“ma..pa, Ify berangkat ya..Assallamu’alaikum..” Gue langsung ngacir keluar. Terus ngambil mobil toyota yaris silver kesayangan gue. Hadiah bokap waktu gue ulang tahun hehe. Dan gue langsung tancap gas ke sekolah.


>>>>>Friendship or Love<<<<<

Heuh! Untung belum di tutup. Makasih Tuhan! Gue lari kearah kelas. Eh?! Ternyata belum masuk hehe. Bentar lagi kali ya. Mata gue gak bisa diem liat sana liat sini. Padahal gue lagi lari tuh. Sampe-sampe waktu gue liat depan ada orang. Gue mau ngerem tau-taunya rem gue blong. Alhasil… BRUUKK! Korban tabrakan. Gue jatuh tepat diatasnya. Gak sengaja mata gue sama mata orang itu bertemu. Wiihhh..matanya tajam. Gue langsung sadar dan bangun.

“aduuhh..maaf, Yo. Gue gak sengaja. Beneran deh. Gue tadi udah mau ngerem, tapi rem gue blong. Sorry Yo. Sorry banget..” cerocos gue sambil Bantu orang itu berdiri. Udah tau kan siapa dia? Haha betul…RIO. Si pemilik mata tajam itu.

“gak papa kok. Lain kali hati-hati. Jangan lupa benerin remnya hehe..” ujarnya. Gue Cuma senyum. Tadi gue sempet liat mukanya merah, kenapa ya? au ah!

“mau ke kelas? Bareng yuk..” ajaknya. Gue senyum lebar. Cirri khas gue tuh.

“ayoo..” Gue reflek gandeng tangan Rio. Catet ya : REFLEK. Rio mendadak berhenti. Gue juga ikutan stop terus gue balik badan.

“kenapa lagi?” Tanya gue. Dia ngelirik kea rah tangan gue dengan tangannya yang saling bersatu. Langsung gue lepas. Hehe..malu.

“hehe..maaf, Yo. reflek.” Dia keliatan salting.

“gak papa. ayo ke kelas lagi..” ajaknya. Oh iya, kelas gue sama Rio beda Cuma tetanggaan doang. Gue X.4 dia kelas X.3 bareng Alvin. Kalo Iel dia X.2 sendirian hehe. Kalo Cakka gue gak tau. Katanya sih dia insyaallah masuk sekolah gue juga. Tapi belum pasti.

“gue duluan ya, Fy..” katanya tersenyum.

“yo’i. udah sana masuk. Udah di tungguin sama si kodok.” Gue dorong-dorong Rio-nya biar masuk kelas hehe. Terus gue juga masuk ke kelas.


Author P.O.V

Ify memasuki kelasnya dan mendapati kedua sahabatnya lagi melamun ria. Seketika dia mendapat ide jailnya.

Ify menarik nafas dalam-dalam dan.. “TSUNAMIII..TSUNAMIII..” teriaknya. Sontak Sivia dan Shilla langsung berlari keluar kelas.

“hahahahahaha…” Ify tertawa terbahak-bahak melihat kedua sahabatnya itu. Shilla dan Sivia yang menyadari kalau mereka hanya dibohongi Ify memasuki kelas dengan aura neraka.

“IFYYYYY…” teriak mereka geram. Ify langsung berlari keluar kelas menghindari amukan Sivia dan Shilla. Dia berlari masih dengan tertawa. Sivia dan Shilla masih terus mengejar.

“hahahahaha..makanya jangan melamun pagi-pagi. Kesambet cewe cantik, rambut panjang, pake baju putih baru nyaho lo..hahahaha…” Ify yang tidak memperhatikan jalan menabrak orang didepannya. BRUUKK… mereka sama-sama terjatuh.

“aduuhh..hobby banget gue nabrak orang..” katanya sambil berdiri.

“maaf ya gue gak sengaja..” Ify membantu orang itu berdiri. Saat melihat wajah orang itu. Dia langsung teriak histeris.

“CAKKAA…akhirnya lo masuk sini juga, bro. kirain lo gak jadi masuk sekolah gue hehe..” kata Ify. Orang yang bernama Cakka tadi tertawa.

“hahaha..gaya lo, Fy. masih aja kayak dulu. Walaupun lo dandan feminim, tomboynya gak ilang-ilang. Hahaha..” tawanya. Ify cemberut.

“yeee..biarin. tapi gue risih juga dandan kayak gini. Eh?! Lo masuk kelas berapa?” Tanya Ify.

“kelas..mm..kalo gak salah…sepuluh..sepuluh dua..iya..sepuluh dua.”

“oohh..lo sekelas sama Iel..”

“beneran?” Ify mengangguk mantap.

“lo kelas berapa? Rio sama Alvin kelas berapa?” tanyanya berturut.

“wesss..nyantai, sob. Gue kelas sepuluh empat, kalo Rio sama Alvin kelas sepuluh tiga.” Cakka manggut-manggut mengerti.

“lo anterin ke kelas gue dong. Gue kan anak baru. Yayaya?” pinta Cakka. Saat Ify ingin menjawab ‘iya’ dia melihat Iel yang baru datang.

“Iel mamen…lo baru dateng kan? Lo sekelas sama Cakka. Lo barengan ya sama dia..soalnya udah mau masuk. Sorry Cak, bukannya gue gak mau, tapi beneran udah mau bel..” belum Ify selesai ngomong bel masuk berbunyi.

“..tuh kan. Oke, bro? gue duluan ya…bye..see you in canteen..hehe..” Ify langsung berlari menuju kelasnya. Iel dan Cakka yang melihat Ify berbicara tidak berhenti hanya bengong.

“tuh anak bawelnya makin lama makin jadi..” gumam Iel. Cakka hanya mengangguk.

“eh?! Ayo masuk. Lo sekelas kan sama gue?” kata Iel.

“yo’a sob. Let’s go..” kata Cakka.


>>>>>Friendship or Love<<<<<


Bel istirahat telah berbunyi. Semua murid langsung berhamburan keluar kelas. Menuju kantin mengisi perut kosong. Tapi gak Cuma kantin tempat tongkrongan mereka sewaktu istirahat, ada juga yang ke perpus, lapangan, taman, atau ada juga yang ke toilet. Weitss! Tapi toiletnya bukan tempat buat nongkrong. Mungkin mereka ingin buang air kecil atau ada panggilan alam atau mungkin hanya sekedar buat benerin dandanannya.

(SMA GHS, X.4)

“kantin yok..” ajak Sivia. Ify dan Shilla mengangguk sambil memasukkan buku-buku mereka ke laci meja.

“ayoo..let’s go..” kata Ify sambil memimpin jalan mereka. Tepat di depan pintu..BRUUKK…Ify menabrak orang untuk yang ke tiga kalinya.

“ya Tuhan. Apa salah gue? Hari ini hari apa sih? dari tadi nabrak orang mulu ah! Cape tau..” dumel Ify. Sivia dan Shilla yang melihat itu tertawa.

“isshh..ketawa lagi lo semua..bantuin kek gue ini.” Sivia dan Shilla membantu Ify berdiri.

“sorry gue gak sengaja..” kata orang itu yang masih sibuk membersihkan celananya yang kotor.

“huwwee..si Kodok rupanya…pertama Rio, kedua Cakka eh ketiga Kodok. Nanti ke empat bisa-bisa gue nabrak lo, Yel..” cerocos Ify. Teman-temannya hanya geleng-geleng melihat Ify bicara tiada henti (?)

“kodok, kodok. Gue punya nama kali..” protes orang itu yang tak lain adalah Alvin.

“iyee..Apin..cabut girls and boys, kita serbu kantin..” kata Ify dan lagi-lagi memimpin jalan mereka.

“gue Alvin bukan Apin..sarap tuh anak..” dumel Alvin. Ify menoleh dengan menyipitkan mata. Melihat satu-persatu sahabatnya. Mendekatkan wajahnya pada wajah mereka. Nyali mereka sedikit ciut melihatnya.

“siapa yang bilang gue sarap?” tanyanya. Mereka gelagapan sendiri. Dia berhenti tepat di depan wajah Rio.

“eh..anu..bu..bukan gue, Fy. beneran deh” kata Rio gelagapan. Ify tidak merespon. Tangannya bergerak merapikan poni Rio -sedikit kalo banyak dikira cewe lagi- yang agak berantakan. Rio yang diberlakukan seperti itu hanya diam. Wajahnya memanas dan jantungnya berdegup kencang.

‘aduuhh..gue kenapa lagi? nih jantung kagak bisa diem apa?’ batinnya. Ify tersenyum lebar setelah melihat poni Rio yang sudah rapi menurutnya.

“nah..kalo gini kan ganteng hehe. Ayoo..kita cabut..” kata Ify sambil berjalan didepan. Sahabatnya hanya mengikuti dari belakang.

‘heuh! Untung dia gak curiga sama gue. Abiss nanti di omelinnya…’ batin Alvin.

‘et dah..jantung gue kenapa sih? setiap deket Ify pasti rasanya mau copot heuh. Apa gue mulai suka sama dia?’ batin Rio.

‘kenapa gue liat dia sama Rio deket kayak gitu rasanya panas banget ya hati gue? Apa jangan-jangan..gue suka sama dia..’ batin seseorang.


>>>To Be Continued<<<

You May Also Like

0 komentar