Friendship or Love -B-
>>>>>Friendship or Love<<<<<
(SMA GHS, Kantin)
“yaahh..penuhh dah..” omel Sivia.
“iya nih, jadi gimana?” Tanya Shilla.
“gak tau. Kalo gitu gak usah makan aja yuk..” usul Alvin.
“tapi gue laper tau..” kesal Sivia.
“yee..gue juga laper..” kata Alvin.
“jadi gimana?” Tanya Iel.
“gak tau..” jawab Rio sambil mengangkat bahunya.
“gue juga udah laper banget nih..” kata Cakka.
“hadooohh..kalian ini pada ribut aja bisanya. Kalo laper ya cari tempat mbak dan mas-mas sekalian” kata Ify.
“gimana mau dapet tempat. Semua udah pada penuh Ipoongg..” gemas Alvin.
“heuh! Ya cari akal dong, Apiinn. Kalian tunggu sini, gue cari tempat dulu..” kata Ify sambil celingukan mencari tempat. Dia melihat satu meja yang berisikan satu anak perempuan sambil membaca buku. Ify menghampiri gadis itu.
“permisi..” sapa Ify. Gadis itu mendongak.
“iya..?” tanyanya ramah.
“mmm..lo udah makan kan?” gadis itu mengangguk.
“lo bisa pindah tempat gak? Bukannya ngusir, tapi gue sama temen-temen gue mau makan, terus semua meja penuh. Lo kan juga udah selesai makannya. Ya..?” pinta Ify lembut. Gadis itu tersenyum ramah lalu berdiri.
“oohh..haha..iya gak papa. gue juga mau ke kelas kok. Duluan ya..” kata gadis itu sambil berlalu.
“makasih ya..” gadis itu hanya mengangguk. Ify mengisyaratkan teman-temannya untuk duduk di meja yang telah Ify dapat tadi.
“hebat juga lo, Pong..” puji Alvin.
“iya dong. Makanya jangan kebanyakan ngeluh aja. Ya udah mau mesen apa? Biar gue pesenin..” kata Ify.
“gue es teh sama mie ayam..” kata Sivia.
“sama kayak Via..” kata Shilla, Iel, Alvin kompak.
“lo berdua?” Tanya Ify pada Cakka dan Rio.
“samain kayak lo..” jawab mereka kompak.
“oke..tunggu sebentar ya..” kata Ify sambil berlalu. Mereka mengobrol sambil menunggu Ify datang. Sivia dan Shilla berkenalan dengan Cakka.
“oohh..lo Aganya..” kata Shilla sambil manggut-manggut mengerti.
“eh..lo kok bisa deket banget sama Ify?” Tanya Sivia. Cakka tersenyum.
“kalo itu dari dulu gue juga deket sama dia. Sejak kejadian dia nolong gue. Dia itu aneh, lucu, kocak, tomboy. Sewaktu dia pindah, gue nangis 1 hari 1 malam. Wiihh..untung gak 7 hari 7 malam, hilang mata gue. Bisa lebih sipit dari Alvin..” jelas Cakka sambil melirik Alvin disebelahnya.
PLETAK! Jitakan mulus mendarat di kepala Cakka. Cakka hanya meringis sambil mengelus kepalanya.
“sakit dodol..” ringis Cakka.
“lo sih pake bawa mata segala..lebih-lebih nyebut nama gue. Naksir lo? Gue gak sudi sama lo. Sorry yaw..” cerocos Alvin.
“iihh..siapa juga yang naksir sama lo. Iihh gue masih normal kali yee…” kata Cakka.
“et dah lo berdua, kayak anak kecil aja deh. Diem napa? Ribut mulu..” lerai Iel.
“Alvin duluan, Yel..” tunjuk Cakka.
“eh? Lo duluan tuh..”
“lo”
“lo”
“lo”
“lo”
“WOOYY! Stop gak? Gak malu kalian diliatin anak-anak?” lerai Rio. Tapi Cakka masih tetap ribut. Mereka lempar-lemparan sendok (?) sewaktu Cakka ingin melempar sendok ke arah Alvin, sendoknya meleset ke arah..
BLETAKK! …Ify.
“aduuhh! Gila siapa nih yang ngelempar sendok? Sakit tau. Aduuhh! Tuh puyeng kan jadinya.” Semuanya menatap cengo. Ify berjalan sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman mereka ke arah meja dengan sempoyongan.
BRAAKK! Ify membanting nampan di meja. Kemudian menatap satu persatu sahabatnya.
“nih makanan sama minuman kalian. Siapa yang ngelempar gue pake sendok tadi?” Ify mengintrogasi sahabatnya. Semua menunjuk ke arah Cakka. Ify melotot ke arah Cakka. Sedangkan Cakka sudah keringat dingin.
“hehe..sorry, Fy. Gue gak sengaja. Sumpah. Gue tadi mau ngelempar ke Alvin, eh tau-taunya meleset ke elo..sorry ya..” Ify berfikir sebentar.
“emm..okelah gue maafin. Udah deh makan dulu, udah mau bel.” Cakka bernafas lega. Lalu melirik ke arah Alvin dengan senyuman liciknya.
“hehe..” cengir Cakka ke Alvin. Alvin yang melihatnya hanya bergidik ngeri.
>>>>>Friendship or Love<<<<<
Bel pulang sekolah sudah berbunyi sejak 15 menit yang lalu. Tapi gadis ini masih tetap berdiri di depan gerbang. Menunggu jemputannya datang. Semua sahabatnya sudah pulang duluan.
“hai, Fy. belom pulang?” Tanya Angel yang baru datang dan mengagetkan gadis tadi.
“eh? Belom nih, Ngel. Masih nunggu. Kayaknya seneng banget lo hari ini? Ada apaan?” Tanya Ify.
“hehe..berkat lo, gue udah dapet temen, Fy. makasih ya..gue makasih banget sama lo.”
“oh itu haha biasa aja kali. Sama-sama deh.”
“dan lo adalah temen pertama gue..”
“hahaha…hebat dong gue?” mereka tertawa bersama.
“eh, Fy. gue duluan ya, udah di jemput tuh. Lo mau ikut?” Ify menggeleng sambil tersenyum.
“gak usah, Ngel. Bentar lagi gue di jemput.” Angel mengangguk.
“oke..makasih ya, Fy sekali lagi. gue duluan. Bye..” pamit Angel sambil berlalu. Ify menghela nafas sambil tersenyum. Tidak beberapa lama jemputan Ify datang.
>>>>>Friendship or Love<<<<<
(Rumah Rio, Rio’s bedroom)
Pemuda ini sedang termenung di atas kasurnya sambil memandang kosong ke depan. Sesekali ia menghela nafas. Mencari sebuah jawaban tentang perasaannya saat ini.
“gue kenapa ya?” gumamnya pelan. Lagi lagi dia menghela nafas.
“apa gue suka sama Ify?” Dia terus bergumam masih dengan pandangan kosong.
“tapi…kenapa bisa? Heuh! Tuhan tolong aku..” Dia merebahkan tubuhnya di kasur tidur empuknya. Sambil memejamkan mata, Ia terus bergumam dalam hati. Dan lama kelamaan dia pun sudah berjalan-jalan di alam mimpinya.
>>>>>Friendship or Love<<<<<
(Rumah Cakka, Cakka’s bedroom)
Lain halnya dengan pemuda satu ini. Saat ini dia sedang membuka album foto kenangan masa kecilnya dulu. Di saat dia dan sahabatnya bermain, tertawa, bercanda, dan masih banyak lagi. Pandangannya dia alihkan dari foto-foto tersebut ke arah jendela dengan pandangan menerawang.
“kenapa hati gue panas, waktu dia dekat dengan Rio?” gumamnya.
“apa…gue suka sama dia?” Dia menggeleng.
“gak, gak mungkin. Dia sahabat gue. Dia udah gue anggep kayak adek gue sendiri. Ya! dia memang cocok dengan Rio..heuh!”
>>>>>Friendship or Love<<<<<
Keesokan harinya.
(SMA GHS, Koridor)
Ify berjalan lemah menuju kelasnya. Sesekali dia menutup mulutnya karena menguap. Matanya terlihat berkantung. Badannya sedikit lemas dibandingkan kemarin-kemarin. Kepalanya terasa sedikit berat. Dia tidur terlalu larut. Karena membaca novel yang menurutnya sangat seru, dia sampai lupa waktu. Tidur pada pukul 02.30 dini hari dan bangun pada saat pukul 06.15 pagi. Itupun mamanya sampai turun tangan untuk membangunkannya. Dan saat sarapan tadipun dia harus menerima omelan dari mamanya terlebih dulu.
“WOYY!” kejut seseorang dibelakangnya. Ify sedikit terlonjak. Lalu dia menoleh ke arah kanannya. Dia mendapati Cakka yang sedang tersenyum lebar sambil memperlihatkan deretan gigi putihnya.
“ahh lo, Cak. Ngagetin aja..” katanya lemas. Cakka mengerutkan kening. Heran. Kenapa sama gadis satu ini? Pikirnya.
“kenapa lo? Lemes gitu..” tanyanya.
“mm..gak. Cuma kurang tidur aja.”
“tidur jam berapa emang?”
“jam setengah tiga pagi.” Cakka terbelalak. Dia saja jarang untuk tidur sampai selarut itu. Mungkin dia tidur seperti itu, kalau besoknya adalah hari libur.
“gila aja lo, Fy. Tidur jam segitu? Sarap lo.” Ify cengengesan.
“ngapain aja lo semalem?” tanyanya lagi.
“baca novel.”
“baca novel? Sampe tidur jam segitu?” Tanya Cakka meyakinkan.
“iya. Abis novelnya seru banget. Gue baru beli kemarin. Wiisshh..seru banget, Cak. Kalo lo mau baca, boleh kok pinjem ke gue.” Cakka menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah gadis di sampingnya ini. Sungguh ajaib.
“gak ah. Gue gak tertarik sama novel. Mending main ps..” Ify menoyor Cakka.
“woo..ps mulu..” Cakka hanya nyengir.
“eh..gue duluan ya, Fy. hati-hati loh..entar nabrak tiang hahahaha..” Ify melongos dan melangkah kembali menuju kelasnya.
(SMA GHS, Kelas X.4)
BRAKKK! Ify membanting tasnya dimeja. Shilla yang sedang smsan hpnya hampir terjatuh dan Sivia yang sedang membaca buku sedikit terlonjak kebelakang.
“astajim! Ify sabar-sabar dong. Untung kagak jatuh ni hp gue.” Ify cengengesan. Dia melipat kedua tangannya diatas meja dan membenamkan wajahnya.
“tumben lo lemes gini. Kenapa?” Tanya Shilla. Sivia menoleh kebelakang.
“gak. Cuma kurang tidur aja. Eh..kalo gurunya masuk, bangunin gue ya. gue mau tidur dulu.” Shilla dan Sivia hanya menggidikkan kedua bahunya pasrah.
>>>>>Friendship or Love<<<<<
Bel istirahat berbunyi. Ify yang sedari tadi tidur sambil menutup wajahnya dengan buku –biar disangka baca- membuka matanya. Dan menegakkan badannya sambil meregangkan otot-ototnya.
“heuh! Udah istirahat ya?” Tanya kepada kedua sahabatnya. Shilla dan Sivia hanya mengangguk.
“kantin yuk..” ajak Ify. Saat Shilla menoleh kearah Ify, dia sedikit terkejut.
“Fy, lo gak papa kan?” Tanya Shilla khawatir. Sivia ikut menoleh. Sama dengan reaksi Shilla tadi.
“gue? Gak papa kok. Emang nya kenapa?”
“lo pucet, Fy. lo sakit ya?” Tanya Sivia.
“hah? Yang bener? Gue gak sakit kok. Cuma rada pusing doang. Udah gue gak papa. ayo ke kantin. Perut gue udah ngadain konser rock nih..” kata Ify. Memang kepalanya terasa berat. Mungkin efek dari kurang tidur itu. Shilla dan Sivia lagi lagi hanya mengangguk. Mereka berjalan beriringan keluar kelas. Tepat diluar kelas mereka bertemu CRAG (Cakka, Rio, Alvin, Gabriel)
“weesshh…udah kumpul semua nih. Ayo kita serbu kantin” ajak Iel.
“ayo..” koor mereka. Ify hanya tersenyum. Tenaganya sudah sedikit terkuras. Kepalanya masih terasa berat. Mereka bertujuh berjalan bersama menuju kantin. Biasanya Ify berjalan didepan jika ingin ke kantin. Tapi hari ini, dia memilih untuk berjalan dibelakang. Ify mengurut pelipisnya untuk menghilangkan rasa sakit itu.
‘Ify..lo kuat. Jangan buat mereka khawatir karena lo. Ayo. Lo kuat’ batinnya. Ify menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya. Sedikit terasa lega. Mereka baru menyadari kalau biasanya ada seorang pemimpin jalan mereka. Namun sekarang tidak ada.
“eh? Tunggu dulu..” Iel mendadak berhenti. Semua ikut berhenti. Ify yang sedang mengamati sekitar tidak sempat berhenti dan menubruk tubuh Alvin didepannya.
“aduuhh..kok berhenti sih?” tanyanya kesal.
“tau. Iel tuh” tunjuk Alvin.
“kenapa berhenti?” tanyanya pada Iel.
“gue merasa ada yang kurang. Kemarin-kemarin kita punya pemimpin jalan kita. Yang selalu jalan didepan. Tapi sekarang gak ada” kata Iel sambil melirik Ify yang tidak tahu apa-apa. Mereka semua menoleh ke arah Ify.
“kenapa?” Tanya Ify polos.
“oohh..iya iya. Gue di depan.” Ify berjalan didepan. Dia kembali menunduk. Shilla dan Sivia yang mengetahui keadaan Ify, sedikit khawatir.
‘aduuhh..nih kepala gak bisa diajak kompromi apa? Please…pergi dong sakitnya…’ batin Ify. Dia kembali mendongak. Perutnya sedikit agak mual.
‘tuhan…gue kenapa? Apa gara-gara semalem gue gak tidur. Masuk angin nih. Argghh…’ batinnya.lagi. mereka sampai di kantin. Lagi lagi meja kantin penuh.
“yaahh..penuh lagii…gimana nih?” dumel Sivia. Semua hanya mengangkat bahu.
“ya udah kita gak usah makan aja..” kata Ify lemas. Semua langsung menoleh ke arah Ify dengan tatapan bingung.
“kenapa?” Tanya Ify polos.
“gak biasanya lo pasrah kayak gini? Lo kenapa?” Tanya Rio.
“hah? Gue gak papa kok. Gak biasa gimana?”
“lo sakit ya? kok pucet?” Tanya Cakka sambil mengamati wajah Ify. Ify memalingkan wajahnya.
“enggak. Biasa aja. Eh..tuh meja kosong. Sana aja yuk..” ajak Ify. Semuanya hanya mengikuti pasrah.
‘heuh! Hampir aja..’ batin Ify.
“pada mau pesen apa?” Tanya Shilla saat sampai di meja.
“bakso sama es jeruk..” kata Rio, Alvin, Cakka, Iel kompak.
“wiihh kompak bener. Lo, Vi?”
“mie ayam sama es jeruk juga hehe..” Shilla mengangguk.
“lo, Fy?” Ify menoleh dan tersenyum tipis.
“es jeruk aja..”
“gak makan? Tadi lo katanya laper.” Ify menggeleng lemah.
“gak jadi. Gak nafsu hehe..”
“ya udah deh. Tunggu ya..” Shilla berlalu.
“Fy..gue tau lo sakit. Lo harus makan, ya?” bisik Sivia.
“gak Via. Gue gak nafsu. Udah gue gak papa kok. Tenang aja..” bisik Ify. Sivia mengangguk pasrah. Memang keras kepala sahabatnya satu ini.
>>>>>Friendship or Love
Bel pulang sekolah telah berbunyi. Semua murid GHS berhamburan keluar kelas mereka masing-masing. Kelas X. 4 masih tersisa 3 orang siswi.
“Fy..beneran lo gak papa?” Tanya Sivia.
“iya, Fy. lo udah pucet banget tuh..” timbrung Shilla. Ify tertawa kecil.
“gak. Gue gak papa, oke? yok, keluar..” Ify melangkah keluar kelas diijuti Sivia dan Shilla.
“hei, ladies. Mau pulang?” sapa Iel yang memang sudah menunggu Ify, Sivia dan Shilla.
“gak mau nginep. Ya iyalah pulang, mau ngapain lagi?” sahut Sivia.
“yaa mungkin aja lo gak mau pulang, nginep di sini. Gue kan gak tau..”
“udaahh..yok pulang. Pada mau bareng?” tawar Alvin. Sivia dan Shilla menoleh ke arah Ify. Ify tersenyum.
“Via sama Iel, Shilla sama kodok, Cakka sama Rio..oke? ya udah pas, sana pulang..” kata Ify sambil mendorong tubuh Sivia, Shilla dan Cakka ke arah Iel, Alvin dan Rio. Semua mengerutkan kening.
“mau tunggu apa lagi? udah sana. Gak usah cemasin gue. Gue di jemput kok.oke? sana, sana..byee…see you tomorrow.” Ify melambaikan tangannya pada mereka yang telah melangkah menuju parkiran. Saat mereka sudah lumayan jauh, dia terduduk lemas di bangku panjang koridor sekolah.
“ampuunn..badan gue gak enak banget..” lirihnya.
“Ifyy..” sapa seseorang. Ify mendongak.
“eh lo, Ngel. Belom pulang?” tanyanya.
“ini mau pulang. Lo sendiri?”
“biasa, nunggu jemputan.”
“oohh gitu.” Angel mengamati wajah Ify yang pucat.
“Fy..lo..gak papa kan?” Tanya Angel.
“gue? Emang kenapa? Gue gak papa kok.”
“lo pucet, Fy. sakit ya?” Angel memegang kening Ify.
“astaga! Badan lo panas banget. Lo ikut gue aja yuk biar gue anter.” Angel mulai khawatir. Ify tersenyum.
“udah gak papa. sopir gue udah deket dari sini kok. Lo pulang aja.”
“beneran?” Tanya Angel ragu.
“iya.”
“ya udah deh. Duluan ya, Fy. bye..” Angel berlalu pergi. Ify menghela nafas.
Drrttt..drrttt…
1 New Messeage.
=================================================
From : Mang Ujo
Non, mobilnya mogok. Non, naik taksi aja ya..
=================================================
To : Mang Ujo
Iya, mang.
=================================================
Ify memutuskan untuk jalan kaki. Karena sedari tadi tidak ada satupun taksi yang lewat.
>>>>>Friendship or Love<<<<<
(Perjalanan, Cakka-Rio)
Cakka pulang dengan Rio, dikarenakan dia hari ini sedang tidak membawa motor. Motornya masih berada di bengkel. Sedari tadi perasaan gelisah menginggap di benak dua pemuda tampan ini.
“Yo..” panggil Cakka agak berteriak. Karena Rio membawa motor lumayan diatas rata-rata.
“apa?”
“kita nanti ke rumah Ify yok. Gue khawatir sama dia..”
“gue juga. Ya udah. Mau langsung, apa pulang dulu?”
“langsung aja deh, Yo..” Rio mengangguk dan segera menggas motornya cepat.
(Rumah Ify)
‘tok..tok..tok..’
“sebentar..” teriak orang di dalam.
‘Ceklekk!’
“eh Kak Rio sama Kak Cakka. Ada apa? Tumben main kesini?” Tanya seorang bocah kecil yang sekitar masih berumur 14 tahun.
“Ifynya ada, Dev?” Tanya Rio.
“Kak Ify ya? belom pulang tuh, Kak. masuk dulu aja deh, tunggu di dalem..” Deva, Cakka dan Rio masuk ke dalam rumah.
“lagi ngapain lo? Sendiri ya?” Tanya Cakka.
“lagi biasa main ps hehe. Iya nih, Kak. mama kerja belom pulang, papa keluar kota, Kak Ify belom pulang juga. Mau main ps gak? Lawan gue..”
“siapa takut.” Mereka bertiga melangkah menuju kamar Deva.
“yang kalah traktir. Gue sebagai juri oke..silahkan dimulai!” kata Rio.
>>>>>Friendship or Love<<<<<
Gadis satu ini masih terus berjalan pulang. Walaupun jalannya sedikit sempoyongan, dia masih terus melangkah.
‘lo..kuat, Fy. lo bisa. Udah deket..’ batinnya. Akhirnya dia sampai di rumahnya.
‘tok..tok..tok’
“Dev..Devaa..bukaiinn..” panggilnya lemah.
‘tok..tok..tok..’
“Devaaa…” kali ini dia berteriak dengan sisa tenaganya.
“iya iya, sebentar..” sapa orang di dalam.
‘Ceklekk!’ Ify limbung. Deva segera menahannya.
“Kak..lo kenapa? Aduuhh!” kata Deva yang masih menahan tubuh Ify yang sudah lemas.
“gue..gue…udah..gak kuat, Dev. Gak kuat…” lirihnya dan seketika Ify pingsan.
“aduuhh! Kak..kak..lo kenapa? Jangan bikin gue cemas dong. Kak Rioo, Kak Cakkaaa..” panggil Deva.
“apaan sih, Dev?” Tanya Cakka sambil menuruni tangga.
“ada apaan?” Tanya Rio.
“bantuin guee…” Rio dan Cakka melotot.
“Ifyy..” mereka segera menggantikan posisi Deva.
“kok bisa kayak gini, Dev?” Tanya Cakka.
“gue gak tau. Pas gue buka pintu, eh..dia malah pingsan..” jawab Deva.
“astaga! Badannya panas banget. Cak, lo bawa tasnya ya, Dev, lo ambil air sama handuk kecil buat ngompres Ify, biar gue bawa dia ke kamar..” kata Rio dan langsung menggendong Ify menuju kamarnya. Terbesit rasa cemburu di benak Cakka, namun dengan cepat dia menepisnya. Tidak mungkin dia harus emosi pada saat keadaan seperti ini.
>>>To Be Continued<<<
0 komentar