THIS OUR LOVE [1]
-Sequel
dari Cerpen “Our Friendship’s Story”-
Sekilas
cerita sebelumnya di “O.F.S”
Mereka terus melenggang meyusuri koridor
sekolah yang megah. Perhatian salah satu dari mereka berhenti pada satu titik.
Seorang pemuda keren yang tengah menggiring bola dan meliuk-liuk menghindari
musuhnya. Seketika pula keempat pemuda itu ikut berhenti dan menatap aneh
kearah sahabat mereka yang satu-satunya perempuan itu, kini tengah
tersenyum-senyum sambil memandang kearah lapangan.
“kenapa lo?” Tanya Alvin. Ify masih
terus menatap pemuda keren itu sambil terus tersenyum.
“apa ini yang dinamain dan dirasain love
at the first sight?” ujarnya tanpa menoleh sedikitpun. Keempat pemuda itu
mengangkat alis heran.
‘love at the first sight?’ batin mereka
bereempat. Apa mungkin nih bocah udah kena virus merah jambu? Tapi kok…cepet
banget? Pikir mereka.
“maksud lo?” Tanya Gabriel.
“kayaknya gue bakalan betah sekolah
disini” ucap Ify tanpa sedikitpun mengalihkan pandangannya. Keempat pemuda itu
tambah bingung dibuatnya.
“dia udah buat gue jatuh cintaaa…”
===
Sedari tadi, Ify terus-terusan tersenyum
tidak jelas di kelas barunya. Pandangannya menerawang ke depan. Untung saja
hari pertama KBM(Kegiatan Belajar Mengajar) belum aktif seperti biasa. Alvin
dan Gabriel yang duduk tepat di depannya, menatap gadis itu heran. Tak jauh
beda dengan dua orang di belakangnya, Cakka dan Rio yang duduk sebangku di
belakang Ify juga heran dengan tingkah Ify saat ini. Yap! Mereka tahun ini satu
kelas lagi. Memang sahabat yang tak bisa dipisahkan. Cakka yang geram menepuk
kepala Ify dengan buku tulisnya. Dan serentak Ify tersadar dari lamunannya.
“aduhh, sakit. Siapa sih yang main
nimpuk aja” keluhnya.
“Cakka, Fy” jawab Gabriel santai. Ify
menoleh ke arah Cakka dengan garang.
“dasar Cakkduutt. Sakit tau, kalo gue
gegar otak gimana coba?”
“yaelah, Fy, lebay banget lo. Nimpuk
pakai buku tulis aja, masa’ bisa kena gegar otak sih.” Ify memajukan bibirnya.
Sadar ia duduk sendirian mimik wajahnya langsung berubah.
“kok gue sendirian siihh? Aaaaa, gue gak
mauuu” rengek Ify. Ia menatap ke arah Alvin dan Gabriel dengan wajah memelas.
Mereka yang mengetahui arti tatapan itu, langsung menghadap ke depan
bebarengan. Ify cemberut kembali. Kemudian ia beralih ke belakangnya. Melihat
Cakka yang lagi asyik becermin dan Rio yang sedang mendengarkan lagu dari
handphonenya dengan headset putih yang tergelantung.
“kenapa lo, Fy? Jelek bener deh muka lo”
celetuk Cakka yang menyadari Ify melihat ke arah mereka dengan wajah melas.
“nanti deh, Kka, gue ribut sama lo. Kita
tanding basket lagi di lapangan komplek kalo lo berani” ucap Ify yang ngawur
karena sudah kelewat kesal dengan sahabatnya satu itu.
“aahh, lawan lo mah, kecil.”
“oke, jam 3 kita tanding. Awas aja kalo
mewek lagi gara-gara lo kalah dari gue.” Cakka mencibir pelan. Ia beralih ke
Rio.
“Rio” panggil Ify.
“hmm” respon Rio yang masih memejamkan
matanya. Ify yang geregetan langsung melepas salah satu headsetnya. Rio membuka
matanya dengan geram, namun ia terlonjak ketika wajah Ify lumayan dekat dengan
wajahnya. Tak sengaja ia menatap mata bening Ify yang membuatnya terhanyut. Dan
tanpa ada perintah, jantungnya berdegup kencang.
‘cantik’ batin Rio tanpa sadar. Ify
kembali ke posisi semula dan juga kembali memasang wajahnya yang memelas. Rio
yang baru tersadar langsung mengernyit heran.
“kenapa lo?”
“duduk sama gue, Yo. Gue gak mau
sendiri. Masa’ lo betah aja sih sama si Cakkdut.” Cakka yang merasa
disebut-sebut langsung mendelik kesal ke arah Ify. “apa lo liat-liat gue? Baru
tau kalo gue cantik?” Cakka memeletkan lidahnya. Ify yang tak mau kalah, juga
membalas memeletkan lidahnya ke arah Cakka. Ia kembali ke Rio.
“Rioooo, ayolaaaahhh.” Rio menghela
nafasnya dan kemudian beranjak dari tempat duduknya sembari membawa tas,
bermaksud pindah tempat duduk di samping tempat duduk Ify. Ify kegirangan,
sedangkan Cakka melotot.
“Rioo, kok lo pergi sih? Lo tega bener
ninggalin gue sendirian” ujar Cakka yang mewek.
“weeek, Rio mau duduk sama gue. Dia gak
mau lagi duduk sama lo, jadi cari temen baru yaa” ledek Ify.
“dasar Ipoonnngg.” Alvin dan Gabriel
yang semula sibuk masing-masing langsung menoleh ke sumber keributan. Mereka
terkejut ketika melihat Rio yang sudah duduk di samping Ify.
“kenapa tuh?” tanya Alvin pada Rio.
“biasalah, kayak gak tau mereka berdua
aja” ucap Rio sembari mengambil komik dari dalam tas-nya.
====
Ify melangkah sendiri di koridor sekolah
menuju kantin sambil membaca novelnya. Sahabat-sahabatnya itu telah duluan
melangkah menuju kantin, karena tadi Ify masih sibuk mencatat. Ia yang tak
melihat jalan, menabrak seseorang yang terlihat tergesa-gesa dalam langkahnya.
“awww” Ify meringis.
“oh, sorry, gue gak sengaja” ucap orang
itu sambil mengulurkan tangan kanannya berniat membantu Ify berdiri. Ify mendongak
dan seketika ia terpana. Dia adalah kakak kelas yang membuatnya jatuh cinta.
“hei, lo gakpapa ‘kan?” tanya orang itu lembut. Ify tersadar dan langsung
menggeleng. Ia menerima uluran tangan siswa itu dan kemudian berdiri.
“nih” siswa itu memberikan novel Ify
yang sempat terjatuh. Ify menerimanya dengan perasaan campur aduk.
“ma..makasih, Kak.” Siswa itu tersenyum
dan mengangguk. Lagi-lagi Ify terpana melihat senyum manisnya.
“kelas sepuluh ya?” Ify mengangguk malu.
“namanya siapa sih, Kak?” tanya Ify
spontan. “eh?” ceplos Ify sembari merutuki dirinya dalam hati akibat dari
sifatnya yang selalu spontanitas. Siswa itu tertawa kecil melihat tingkah laku
adik kelasnya itu.
“nama gue Andryos Arianto, panggil Debo
aja.”
“nama gue Ify.” Lagi-lagi spontan. Ify
menepuk pelan mulutnya karena kesal. “kelas berapa, Kak? Eh? Aduh, maaf Kak,
gue ceplas-ceplos banget.” Debo tertawa.
“haha gakpapa lagi. Lo lucu.” Ify
blushing. “Gue kelas XII Ipa 1.” Ify manggut-manggut mengerti. Ia tidak ingin
lagi angkat bicara, bisa-bisa ia menyebutkan hal-hal yang aneh karena sikapnya
yang selalu seperti itu. “gue duluan, Fy. Ada urusan di kantor guru. Seneng
bisa kenal sama lo. Bye.” Debo berlalu. Ify kembali merona dibuatnya. Tak jauh
dari tempat itu, seorang siswa menatap mereka dengan tatapan yang tak bisa
dimengerti.
To Be Continued~
To Be Continued~
0 komentar