A Turning Part 12
A Turning àPart 12ß
(Sivia: ... Senyumannya yang hilang selama
bertahun-tahun)
====A Turning====
Hari ini Ify kembali masuk sekolah. Padahal ia dilarang
untuk masuk sekolah dulu karena kondisinya belum benar-benar pulih. Tetapi ia
tetap bersikeras untuk masuk sekolah.
Ia terus melangkah menyusuri koridor dengan tampang cuek
dan wajah yang masih sedikit pucat. Sesampai di kelas, ia disambut hangat oleh
para sahabatnya.
“Ifyyy, akhirnya elo masuk juga. Gue kesepian gak ada lo”
seru Sivia senang. Ify hanya tersenyum tipis menanggapinya. Dan kemudian mengambil
posisi duduk di bangkunya.
“hai, Fy, udah masuk nih? Bagus deh. Soalnya si Rio
uring-uringan terus pas elo gak masuk” ujar Alvin. Tak lama, Rio masuk dengan
wajah yang kusut. Tanpa melihat-lihat lagi, ia langsung duduk di bangkunya.
Alvin memandang sahabatnya itu heran.
“kenapa lo? Kucel amat tuh muka?” tanya Alvin.
“gue kangen Ify, Vin. Dia gak masuk-masuk deh, lama bener
sakitnya” keluh Rio yang masih tidak menyadari.
“yaelah, Yo. Lo kagak liat apa?”
“liat apaan?”
“tuh” tunjuk Alvin pada Ify dengan dagunya. Rio menoleh
dan mendapati Ify yang tengah membaca komik doraemonnya. Wajahnya berubah
menjadi berseri-seri ketika melihat sang pujaan hati telah masuk sekolah. Ia
segera menghampiri Ify.
“Ifyyyy, akhirnya elo masuk juga. Lo udah sehat ‘kan? Sepi
gak ada lo. Gak ada yang bisa gue liatin hehe” cerocos Rio sambil mendekati
Ify. Ify menoleh dan tersenyum tipis. “eh? Tapi muka lo masih rada pucet deh.
Badan lo juga masih rada anget” lanjutnya sembari meletakkan tangannya ke pipi
Ify. Wajah gadis itu memanas mendapat perhatian seperti itu dari Rio. Ia
menepis tangan Rio dengan halus.
“gue gakpapa.”
“cieeee, Rio perhatian banget sih” celetuk Sion yang
sedari tadi memperhatikan. Rio melotot. Wajah Ify mungkin semakin memerah.
Sivia terkikik geli.
“apa lo? Iri ya? Makanya cari gebetan sono” balas Rio.
“wah, ternyata di kelas ini ada cinlok deh” sambung
Dayat. Sekelas itu kompak menggoda Rio dan Ify. Ify pura-pura cuek dengan
membaca komiknya, padahal pikirannya sudah melambung jauh. Wajahnya masih
memanas.
“kapan nih, Yo, acara menembaknya?” tanya Sion sambil
tersenyum lebar memperlihatkan deretan gigi putihnya (nyengir).
“ah, kepo banget sih lo” ucap Rio sambil kembali ke
bangkunya lagi.
“jangan lupa deh pajaknya kalo udah bersatu” ucap Iyan.
“kagak ada duit.”
“kere banget sih lo.”
“biarin. Yang penting gue cakep.”
“gak nyambuuung!!!” koor satu kelas kompak. Alvin yang
paling semangat dengan berteriak tepat di telinga Rio. Rio hanya menutup
telinganya pasrah.
====A Turning====
Di SMP AGULINE Bangsa Nasional. Terlihat Deva yang asyik
bercanda dengan para sahabatnya.
Sepertinya mereka sedang menggoda siswi-siswi yang lewat di depan
mereka.
“hai, cewek. Godain kita dong” ucap Ray genit. Yang
digoda hanya bergidik geli dan juga ada yang tersipu malu.
“iya nih, masa’ orang ganteng dilewatin aja” sambung
Deva.
“eh, eh, ada 3 cewek cantik mau lewat tuh” tunjuk Ozy
pada Keke, Acha, dan Olivia yang jalan beriringan sambil bersenda gurau. Ray
langsung membenahi rambutnya. Deva merapikan bajunya. Sedangkan Ozy sedang
bercermin melihat giginya, mungkin saja ada yang menyangkut ketika ia sarapan
tadi.
“hai cewek cantik. Pada mau kemana nih?” Ozy memulai
duluan. Keke, Acha dan Olivia hanya bergidik. Ketika ingin melanjutkan langkahnya,
mereka dihadang oleh Ray, Deva dan Ozy.
“kegenitan banget sih lo. Kami tau kami itu cantik, baik,
imut, manis, tapi lo lo pada bukan tipe kami banget” ucap Keke.
“yee, PD banget sih jadi orang” balas Deva.
“bukannya PD, memang kenyataan.”
“tau nih. Kurang kerjaan banget deh kalian ngegodain
kita-kita” sambung Acha.
“buat kita itu gak mempan” ucap Olivia.
“ih, gak usah mau deh ngegodain mereka. Pada serem” ucap
Ray.
“iya. Serem banget, melebihi macan” sambung Ozy yang
semakin membuat mereka panas.
“wah bener banget lo, Zy. Pantes aja gak ada yang mau”
tutur Deva.
“eh, kita tadi dipanggil sama Pak Coki.” Ray yang sudah
tahu bahwa mereka pasti akan menjadi bulan-bulanan para ketiga siswi itu,
segera membuat alasan.
“oh iya. Ya udah kita kesana.” Ray, Deva dan Ozy berlalu
pergi.
“RAAYYY.”
“DEVAAA.”
“OZYYYY.”
“APAAAA?” ucap mereka bertiga kompak dan langsung berlari
yang dikejar oleh Keke, Acha dan Olivia.
====A Turning====
Suara pantulan bola yang di drible oleh seseorang, bergema
di lapangan basket indoor itu. Dan juga suara bola yang terkadang menyentuh
papan ring bergema kuat. Tanpa suara ia bermain basket itu.
Tak lama, suara pintu gedung itu terdengar, bertanda
bahwa ada orang yang masuk. Namun ia tidak peduli dan tetap memainkan bola
oranye itu.
“Ify, istirahat dulu. Lo belum sepenuhnya sehat” seru
Sivia yang ternyata datang bersama Rio dan Alvin.
“nanti” ucap Ify singkat.
“aduh, nanti lo sakit lagi.”
“gue gakpapa, Vi.” Ify masih tetap asyik dengan permainan
basketnya. Seseorang merebut bola itu ketika ia mengshoot-kannya ke ring. Ify
menoleh.
“balikin bola gue, Yo.” Rio menggeleng sambil mendrible
bolanya. Ify mendengus kesal. Ify berusaha merebut bola itu tetapi Rio
mengelak.
‘nantangin nih ceritanya. Oke’ batin Ify. Ia lawan satu
dengan Rio. Alvin yang sudah gatal ingin bermain, turut berlari ke lapangan.
“yaah, sendiri deh” ucap Sivia. Ia duduk di bangku tempat
pemain di pinggir lapangan.
“ngapain lo, Vin?” ucap Rio. Alvin cengengesan.
“ngikut.” Ify melotot.
“curang. Dua lawan satu.”
“gakpapa kali, Fy. Elo ‘kan jago hehe” ucap Rio.
“sebentar.” Ify mengeluarkan handphonenya dan terlihat
mengetik sebuah sms. Dan selesainya ia kembali bermain.
====A Turning====
Cakka yang lagi PDKT sama Agni terganggu karena getaran
di ponselnya.
“ahelah, ganggu orang aja” gumam Cakka. Ia mengerutkan
kening ketika membaca sms dari adiknya.
=============
From: Ify bawel
Ke lapangan basket indoor
=============
To: Ify bawel
Mau ngapain?
=============
From: Ify bawel
Jangan bawel. Kesini sekarang.
=============
Cakka mendengus kesal. Agni melihatnya heran.
“kenapa lo?” tanya Agni.
“hehe gakpapa. Kayaknya ngedate kita hari ini di pending
dulu ya. Soalnya gue lagi ada job nih” ucap Cakka ngawur. Agni yang mendengar
kata-kata “ngedate” langsung melotot.
“ngedate palak lo botak.”
“nih rambut gue.” Agni menoyor Cakka.
“udah lo sono.”
“kok malah ngusir sih? Bukannya dilarang buat pergi.”
Cakka mengerucutkan bibirnya. Agni memutar bola matanya kesal. “huh, ya udah deh. Gue mau ngejob dulu hehe. Dadaaah Agni
sayang. Jangan kangen gue ya.”
“sayang, sayang, norak lo. Kagak bakal gue kangen sama
lo.”
====A Turning=====
“lelet banget sih lo?” semprot Ify saat Cakka baru
memasuki gedung itu. Cakka melangkah dengan malas-malasan. Ia melotot ketika
Ify menyebutnya lelet. Baru dateng kena semprot, batin Cakka.
“elo juga ngapain nyuruh gue kesini? Ganggu acara ngedate
gue aja sih lo” balas Cakka yang masih kesal. Ify menarik Cakka ke tengah
lapangan tanpa menghiraukan penuturan Cakka tadi. Cakka yang ditarik-tarik
langsung bingung. “mau ngapain sih?” tanyanya lagi.
“kita lawan mereka” ujar Ify singkat. Cakka langsung
mengerti. Dan mereka langsung bermain. Untung saja hari ini guru-guru sedang
rapat. Entah membicarakan apa. Sivia yang melihat mereka bermain mulai
berstatement kalau basket itu..keren. Tapi sayangnya, ia tidak pandai bermain
olahraga itu, jadi dia hanya bisa menonton.
‘Ify keren banget mainnya’ batin Sivia. Walaupun hanya
dua lawan dua, pertarungan itu terlihat sengit.
‘gila! Ify nembaknya jitu banget’ batin Rio kagum. Dan
pada akhirnya, Ify dan Cakka yang menang. Mereka telah mencapai skor 22 yang
sebelumnya telah ditentukan yang berhak menang adalah yang dapat mencapai skor
20.
“lo nembak jitu banget, Fy. Kenapa gak ikut club basket
aja?” ujar Alvin. Ify tersenyum tipis dan menggeleng.
“tau nih si Ify, padahal waktu itu udah gue ambilin
formulirnya. Eh? Dia nya gak mau” sambung Cakka. Ify hanya mengendikkan bahu
kemudian melangkah ke pinggir lapangan menghampiri Sivia. Sedangkan Rio, Alvin
dan Cakka masih asyik mengobrol di tengah lapangan.
“Fy, nih gue bawain lo roti sama minum. Padahal nih roti
tadi pas gue bawa masih anget, sekarang udah dingin deh. Elo sih pakai acara
nunda-nunda istirahat segala” oceh Sivia yang memang sangat khawatir dengan
kondisi sahabatnya itu. Ify tertawa kecil mendengarnya.
“makasih ya, Vi” ucap Ify sembari menerima roti dan
sebotol air mineral itu.
“tuh ‘kan muka lo udah mulai pucet lagi. Elo pusing ya? Atau
apa?” tanya Sivia cerewet. Ify lagi-lagi tertawa kecil.
“gue gakpapa, Vi. Udah lo tenang aja.” Sivia berseru
histeris ketika melihat sesuatu yang langka terjadi. Ify yang berada di
dekatnya pun ikut terkejut, terlebih lagi Rio, Alvin dan Cakka. Mereka langsung
berlari menghampiri.
“ada apaan?” tanya Cakka.
“tadi ada kejadian langka” ujar Sivia yang membuat
semuanya mengkerutkan kening heran.
“kejadian langka apa? Gak jelas deh lo” sahut Alvin.
“si Ify tadi senyum manis banget. Senyumannya yang hilang
selama bertahun-tahun” ucap Sivia sambil menatap Ify. Ify hanya terheran-heran.
Selangka itukah? batin Ify. Semua menatap Ify berharap senyuman itu kembali
lagi ia tampakkan.
“jangan ngeliatin gue gitu, seakan-akan gue ini terdakwa”
ceplos Ify. Semuanya hanya bisa memperlihatkan deretan gigi putihnya.
‘mungkin ini sebuah permulaan buat dia balik lagi kayak
dulu’ batin Cakka.
0 komentar